Rabu, 12 September 2018

TRIDARMA PERGURUAN TINGGI

Nama : Asti Nadia Anindita
NIM : I1A018018
Fakultas : Ilmu-Ilmu Kesehatan
Jurusan : Kesehatan Masyarakat
Kelompok : Kesehatan Lingkungan (02)

Mahasiswa dan Tridarma Perguruan Tinggi

        Menjadi seorang mahasiswa adalah sebuah pengalaman yang tidak terlupakan. Momen peresmian sebagai mahasiswa tentulah amat berkesan. Begitu pula yang dirasakan oleh para mahasiswa baru Universitas Negeri Jenderal Soedirman angkatan tahun 2018. Antusiasme para mahasiswa baru dapat dilihat manakala upacara penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan pada tanggal 27 Agustus 2018 lalu di Auditorium Graha Widyatama. Pada hari itu, lantang mahasiswa baru menyuarakan janji mahasiswa Universitas Negeri Jenderal Soedirman. Janji mahasiswa itu sendiri terdiri atas empat poin, dimana salah satunya berbunyi "bahwa kami akan senantiasa menjunjung tinggi nama dan kehormatan almamater dalam usaha menciptakan masyarakat belajar dan berbakti sesuai dengan asas-asas tridarma perguruan tinggi."
        Ya, semenjak memasuki universitas, kata tridarma perguruan tinggi nampaknya sudah tidak asing lagi di telinga. Kata tridarma perguruan tinggi sering disebut manakala acara pengenalan kampus maupun fakultas. Di seluruh perguruan tinggi Indonesia, baik negeri maupun swasta, rupanya wajib menerapkan poin-poin tridarma perguruan tinggi. Jadi, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan tri darma perguruan tinggi? Seberapa pentingnyakah asas-asas tri darma perguruan tinggi yang dimaksud tersebut? 
        Istilah tridarma perguruan tinggi amatlah penting untuk kita pahami dan kita terapkan. Secara bahasa, kata tri berarti tiga dan darma berarti kewajiban. Tridarma perguruan tinggi merupakan tiga pilar dasar pola pikir dan menjadi kewajiban bagi civitas akademika. Ketiga pilar tersebut merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Dengan adanya tridarma perguruan tinggi ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi kaum intelektual yang bergagasan, berpikir kritis, dan bercita-cita membawa perubahan pada negeri kita ini ke arah yang lebih baik. Selain itu,tujuan dari adanya tridarma perguruan tinggi adalah untuk membentuk sebuah pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa tridarma perguruan tinggi harus menjadi budaya dan kesadaran. Lalu, diperuntukkan kepada siapa sajakah tridarma perguruan tinggi ini? Tridarma perguruan tinggi diperuntukkan bagi civitas akademika, terkhusus dosen dan mahasiswa. 
        Tridarma perguruan tinggi terdiri dari pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
        1. Pendidikan dan Pengajaran
            Pendidikan merupakan hak setiap warga negara, sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 31 ayat 1 Undang Undang Dasar 1945. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pendidikan itu memegang peran yang luar biasa demi kemajuan bangsa. Negeri kita ini membutuhkan generasi yang berilmu yang siap untuk membangun bangsa ini untuk menjadi jauh lebih baik lagi. Dalam hal ini, perguruan tinggi mempunyai bagian penting sebagai tempat pendidikan. Dosen pun berperan penting sebagai tenaga pengajar. Melalui pendidikan di perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan lebih siap dalam menghadapi zaman yang modern dan penuh tantangan ini, menjadi pribadi yang lebih peduli, kritis, dan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada bangsa dan negara. Mahasiswa juga diharapkan untuk mendalami bidang keilmuan yang diambilnya dan melakukan penerapan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
        2. Penelitian dan pengembangan
            Apakah segala seeuatu itu dapat diatasi hanya dengan belajar? Tentu saja tidak, bukan? Di zaman yang kian kompetitif ini, mahasiswa diharapkan untuk bisa melahirkan ide, mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah ada melalui kegiatan penelitian. Jika mahasiswa hanya menerima apa yang di berikan di perguruan tinggi dan tidak berusaha untuk menambah ilmu secara mandiri, tentunya akan sangat sia-sia. Seharusnya mahasiswa itu bersifat aktif. Oleh karena itu, hendaknya mahasiswa tahu dan paham akan pentingnya penelitian dan pengembangan sehingga memiliki kesadaran untuk melakukan kedua hal tersebut. Setiap mahasiswa tentunya memiliki potensi dalam diri nereka masing-masing yang mana sangat bisa dikembangkan. Perguruan tinggi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengasah sifat kritis, kreatif dan inovatif bagi mahasiswa, yang mana akan sangat diperlukan nantinya jika sudah berkecimpung di dalam masyarakat itu sendiri.
        3. Pengabdian kepada masyarakat
            Pilar ketiga dari tridarma perguruan tinggi ialah pengabdian kepada masyarakat. Apakah maksud dari pengabdian kepada masyarakat? Sebagaimana apa yang saya tulis pada penjelasan pilar pertama, bahwasanya negeri kita ini membutuhkan generasi yang berilmu yang siap untuk membangun bangsa ini untuk menjadi jauh lebih baik lagi. Ya, mahasiswa yang telah mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi hendaknya kemudian mengimplementasikan ilmunya di dalam masyarakat, menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa diharapkan turut berkontribusi akan pembangunan bangsa, melakukan pengabdian kepada masyarakat. Karena apabila ilmu hanya menetap di dalam kepala tanpa adamya perwujudan dalam aksi nyata, tentulah sama dengan percuma. Para mahasiswa generasi muda nantinya adalah pemimpin bangsa, maka sudah seharusnya mahasiswa menyadari perannya.
        Tiga pilar dalam tridarma perguruan tinggi di atas saling berkaitan dan saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Sebagaimana yang kita telah ketahui bahwa mahasiswa berperan sebagai agent of change, mahasiswa memiliki tugas untuk membawa perubahan, tentunya ke arah yang lebih baik bagi bangsa kita. Untuk itu, mahasiswa harus memiliki kesungguhan, kesadaran dan ketekunan. Semoga kita sebagai mahasiswa dapat senantiasa memahami, menghayati dan mengamalkan makna dari tridarma perguruan tinggi tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar